‘BAJUKU’

‘BAJUKU’
Keledai membawa buku
Kampus padat berpeluh
Aduh
Matahari tertawa
Berpacu
Memapah gemah gemulai langkah mereka

EPILOG DIATAS DURI

EPILOG DIATAS DURI
Ketika beban ada
Dan beban menjelma jenuh pada kepala
Disaat cerita-cerita yang terangkai
Selalu kucampakkan menjadi puing-puing berserakan
Sebuah keangkuhan menari-nari
Mengejek di mataku
Sebutir kemenangan menginjak-injak
Namaku
Hujan dan topan berkobar berkarat
Di relung hati

Ku Tulis Puisi Ini, Untukmu!

Ku Tulis Puisi Ini, Untukmu!
Satu persatu peluhku jatuh,tapi tak kau lihat bentuk peluhku seperti apa
kau hanya mengagungkan percikan api
yang dengan tenang, bersemayam dalam hati
ilalang yang rimbun di pelupuk mata pun
belum kau indahkan
akankah sebentar lagi kulihat belantara hutan bertengger?