‘BAJUKU’
Keledai membawa buku
Kampus padat berpeluh
Aduh
Matahari tertawa
Berpacu
Memapah gemah gemulai langkah mereka
Cepat
Mana bajuku
Bunga melenggang
Itukah pakaianku ?
Bumi mengulum
Senyum
Keledai menatap
Panas
Air,
Minum sendirian
Udara,
Tak berbagi nafas
- Hey kembalikan !
Dedaunan berharap
“Ambil bajumu!”
( “matahari sebentar lagi akan berangkat!” )
kaukah tangkai mawarku?
sini bantu aku
( “diam” )
oh,
Bungaku dimakan keledai
DIarsipkan di bawah: Puisi
bajuku ?
terbuat dari duka dan sengsara dan nestapa, yang kupakai atas nama cinta, dan mengutuk hidupku